Dunia Yaya

Senin, 05 November 2018

Untukmu yang Selalu Benar
Apakah kita selalu BENAR dan orang lain selalu SALAH?. Apakah orang lain tak berhak jadi BAIK dan kitalah yang selalu BAIK?. Adakah diantara kita bisa menjamin kita akan selalu BENAR dan BAIK?. Adakah diantara kita bisa memastikan orang lain tak pernah bisa berubah?. Rasanya terlalu naif jika kita hanya mendefenisikan BENAR dan BAIK hanya tuk DIRI SENDIRI dan melekatkan BURUK dan SALAH pada orang lain. Maka jangan terburu-buru menghakimi orang lain. Jangan begitu yakin memandang rendah orang lain. Yakin kita lebih baik? Yakin kita lebih taat? Yakin kita tak ada celahnya?.

Terkadang kesalahan adalah jalan menuju KEBAIKAN. dan merasa benar menggiring pada KEBURUKAN. Kita tak bisa menjudge orang lain atas salah yang pernah dilakukan. Juga tak layak tuk ditertawai jika saat ini mereka jadi lebih baik. Bukan tugas kita mengukur NIAT dan KEIKHLASANNYA. Mereka salah lalu jadi benar itu lebih baik. Daripada kita yang merasa benar tetapi tak sadar masuk dalam perangkap kesalahan. Keadaan itu bisa berubah kapan saja. HATI itu bisa DIBOLAK-BALIK kapan saja. Bahkan IMAN pun bisa NAIK-TURUN. artinya setiap orang pun bisa menjadi baik kapan saja.

Jangan menjudge seseorang dengan masa lalunya. (Pun) jangan menjudge diri selalu aman dalam kebaikan. Karena masa depan tak ada yang tahu. Dan di masa depan tiap orang berhak jadi lebih baik.

Selasa, 30 Oktober 2018

Pada Akhirnya...
Duka negeri ini terus saja silih berganti. Belum hilang dari ingatan satu peristiwa, muncul peristiwa lain. Dan mau tidak mau yang mesti dilakukan adalah muhasabah. Ada apa dengan negeri ini?. Tak ada yang menginginkan musibah terjadi. Tak ada yang mendo’akan musibah akan mendatangi. Tetapi tak ada yang bisa mengelak dari musibah. Apakah musibah ini hanya sekedar bencana alam? Atau hanya sekedar kelalaian manusia?. Kalau hanya sekedar berfikir secara teoritis keduniaan, mungkin kita pun akan berargumen seperti itu. Beda halnya jika kita mencoba melihat dari kaca mata iman. Bahwa kejadian itu tidak lepas dari peringatan, ujian, atau bala’. Yang amnakah yang sedang menimpa? Wallahu’alam. Kita hanya diminta tuk mengoreksi diri. 

Dengan banyaknya peristiwa yang tak segan-segan menelan banyak korban jiwa. Musibah danau Toba. Gempa di Lombok, Gempa dan tsunami sulteng, dan kini jatuhnya pesawat Lion Air. Manakah yang lebih mengerikan?. Kita yang di luar dari peristiwa ini mungkin bisa memilah ini ngeri dan ini tidak begitu ngeri. Tetapi beda dengan mereka yang mengalami. Saat kejadian, mereka harus berjuang antara hidup dan mati. Mereka harus meregang nyawa. Atau mereka serasa dalam sakaratul maut. Kita yang di luar dari peristiwa itu, pada akhirnya banyak yang berfikir parno. Takut ke Palu. Takut ke danau Toba. Takut tinggal di lombok dan sulteng. Dan takut naik pesawat. 

Kalau semua menjadikan kita parno, kemana kita akan pergi?. Bukankah dalam perjalanan manapun kita tetap berpeluang terkena musibah? Entah itu via laut, entah itu via darat, entah itu via udara, bahkan tidak kemana-mana pun musibah bisa menghinggapi. Jika semua hal membuat kita parno, apa yang akan kita lakukan?. Saat ini banyak yang was-was naik pesawat, khawatir mengalami hal yang sama dengan penumpang Lion Air. Banyak juga yang takut menggunakan transportasi laut, karena ngeri terjebak di tengah laut terombang-ambing. Pun banyak yang menghindari mendatangi suatu tempat karena rawan bencana. Bukankah dibanding kecelakaan udara dan laut, kecelakaan darat lebih banyak?. Bukankah dibanding musibah di sebuah tempat tertentu, musibah di sekitar kita lebih banyak?. Bukankah musibah ketika dalam perjalanan tak sebanding dengan musibah dan kematian yang menimpa orang yang hanya bepergian di tempat yang sama setiap hari, di sekitar tempat tinggalnya? 

Pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa kemana pun kita pergi. Menggunakan apapun kita pergi. Di tanah mana pun kita tinggal. Saat kapan pun kita berada. Dengan alasan apapun, kita tak bisa menghindari sebuah musibah dan maut. Kita tak pernah bisa memilah dan memilih akan dijemput maut dimana, kapan, apa alasannya, atau saat usia berapa. Ketika waktunya telah tiba, siap atau tidak siap, masa itu pasti akan menghampiri. Hanya saja kita tak pernah bisa tahu apa alasan maut menghampiri. Apakah karena kecelakaan? Apakah karena penyakit? Apakah karena makan? Apakah saat ibadah? Apakah saat bermaksiat? Apakah saat sudah taubat? Apakah nanti ketika tua?. Itu adalah rahasia. Tetapi kita bisa berdo’a semoga bisa dijemput maut dengan alasan yang tidak mengerikan dan juga dijemput dengan husnul khatimah. 

Ketika jatah usia telah habis. Ketika jatah rezeki telah habis. Ketika jatah oksigen telah habis. Dan Allah telah berkata your time is over, dunia kita benar-benar akan berakhir dengan alasan apapun. Meski dengan kejadian yang sangat mengerikan sekali pun, jika jatah hidup kita belum habis, kita pasti masih selamat. Begitulah bagi mereka yang selamat dari bencana Lombok, Palu, Donggala, bahkan jatuhnya pesawat Lion air karena kemacetan. Itulah jalan Allah menjauhkan dia dari maut, karena jatah hidupnya belumlah habis. Khawatir itu biasa. Takut itu sudah lumrah. Ngeri itu manusiawi. Hanya saja, ingat maut akan datang dengan alasan apapun dan kapan pun. Siap atau tidak siap. Suka atau tidak suka. Pada akhirnya kita akan paham maut sebenarnya selalu mengintai setiap harinya. Hanya menunggu waktu, alasannya akan menghampiri. Se-ngeri-ngerinya dijemput mau lewat bencana mengenaskan, lebih ngeri jika dijemput maut tanpa amalan memuaskan. 

Mari jadi lebih baik. Mari berfastabiqul khairat. Karena dunia ini hanya alasan mengumpulkan amal kebaikan. 

Balandai, 30 Oktober 2018. 21.53 p.m.

Jumat, 26 Oktober 2018

Dunia dan Harapan
Tiba di dunia fana ini
Apa harapanmu sebenarnya?
Menikmati kemewahan dengan gemerlapnya
Akankah harapanmu terpenuhi?

Di bawah hamparan langit biru
Aku berdo'a
Seperti itulah segala sesuatu yang ada di dunia ini
Sebuah mimpi di dalam mimpi musim semi

Tiba di dunia fana ini
Apa harapanmu sebenarnya?
Menikmati kemewahan dengan gemerlapnya
Entah kau sedang tertawa atau sedang berbicara dengan angin
Entah itu tenggelam dalam kemabukan
Jika dapat melupakan semua permasalahan yang ada di dunia
Akankah harapanmu terpenuhi?
.
(Battleship Island)
Angin Malam dan Rindu

Pada angin malam, bolehkah kutitip RINDU?

Banyak yang kurindukan; suasana, tempat, kebiasaan, kesukaan, dan juga orang

Bapak, saya rindu😢. Sungguh selalu sesak acap kali rindu padamu. Rindu pada yang masih ada di dunia meski sejauh apapun dan setidakmungkin apapun, tetap saja jatuh pada kata "mungkin". Tetapi bagaimana jika rindu pada yang telah tiada di dunia ini? 😢

Mengapa sering merindukanmu? entahlah, di kala hidupmu pun sering kali rindu hadir saat berada diperantauan. Bisa dibilang, saya memang dekat dengan bapak. Dan tiap kali akan balik ke rumah, yang kupikirkan adalah apa yang bisa kuberikan untuknya? Bapak... Semoga engkau baik-baik saja disana. Maafkan jika ada hari yang terlewati tanpa sebait do'a untukmu. Namun, apapun dari sudut rumah semua mengingatkan tentangmu. Bapak... saya butuh teman bercerita😢. Rindu... kenapa begitu sesak? . #balandai111018 #rindu #bapak

Senin, 15 Oktober 2018

Dek Afi, yang Nyari Perhatian Siapa Sih?
Nih tulisannya bisa jadi senjata makan tuan sih. Jangan asal nyeplak dek. Ntar jadi boomerang sendiri. Ingat loh.. masyarakat belum lupa apa yg kau lakukan. Dan belum lupa segala kesalahanmu. Jangan ganggu ingatan tuk menghujatmu kembali.

1. Bunuh diri....? 
Kamu aja kali dek pengen bunuh diri waktu banyak yang bully kemarin? 😅. Napa teriakin org apa yg dulu pernah pengen kamu lakukan.

2. Itu peraturan?. 
Kalau itu peraturan dan MJ sudah tahu ya kali... pelatihnya suda ngasih tahu. Pelatihnya aja minta maaf. Logikanya begitu kan?. Kalau kau bilang itu aturan dan seharusx sudah tahu. Hanya nyari sensasi.. ya kali pelatihnya nggak mnta maaf dan kamu sama aja bilang MJ dan pelatihnya yg cari sensasi?. Bisa pertanggungjawabkan tuduhan itu?. Kamu aja kali yg nyari sensasi. Lagi nggak dianggap jadi nyari sensasi dengan cuitanmu. Sadar dek... orang belum lupa apa kesalahanmu. Apa perbuatanmu. Jangan membangkitkan kekesalan masyarakat dengan kembali membullymu. Ntar pengen bunuh diri lagi 😞.

3. Harus menyuarakan keinginan atas peraturan tentang hijab. Ke pertemuan lbh tinggi. Ke saat aturan2 itu dibuat dan disepakati?. Ya kali... emang atlet yang tugasnya begtu. Itu tugas pelatih. Pendamping bahkan pemerintah tuk ikut andil menyuarakan beberapa hal menyangkut atlet. Apalagi di negara yang mayoritas muslim, tentu kemungkinannya besar akan ada yg berhijab. Atlet ya berlatih. Aturan ya tugas si pelatih atau orang yang punya wewenang. Aduh dek.. ngerti nggak sih tugas tiap2 bagian?

4. Sayang medali yang gagal direbut?
Ya kali.. dirimu aja dek yg menilai medali lebih dari syariat yang kau pegang. Lebih dari idealisme yang mestinya kau pertahankan. Lebih dari sehelai kain yang menyempurnakan auratmu. Apakah jika kau diposisi itu dek, kau akan melepaskan jilbabmu demi sebuah medali? Demi NKRi yg harga mati? Sebegitukah kau akan mempertahankan jilbabmu? Bagian terpenting bagimu sebagai seorang muslimah?

5. Negara rugi sudah mengeluarkan banyak uang tuk membiayai?
Ya kali dek.. uang negara itu uangmu. Dan udah pernah dengar negara ngeluh nggak dengan kasus ini? Nggak tuh. Mestinya yg ngeluh rugi itu negara. Bukan dirimu dek. Kecuali kamu yang pegang uang negara. Atau kamu bendaharanya hehehe.... kalau mau lebih logis lagi, gini loh dek... kalau emang negara atau pelatih atau org yg berkepentingan udah tahu sebelumnya tentang aturan, sdh sejak awal kali MJ di beritahu supaya nggak capek latihan dan datang ke perhelatan. Apa mau tuduh pelatih, negara bersekongkol tuk membuat negara ini rugi dengan tetap membiayai keberangkatan dan persiapan tuk MJ padahal sudah tahu pasti nggak mau lepas jilbab dan nggak bisa bertanding. Hayo.. berani nggak dek..? 😆

6. Muslim itu tidak egois?
Ya kali dek.... emang kamu nggak egois dek?. Kamu ngambil tulisan orang dan kamu nggak bilang itu tulisanmu. Kamu diapresiasi karena tulisan itu. Padahal itu tulisannya orang loh dek. Mestinya yang diberi, dipanggil bukan kamu kan dek. Itu namanya egois kan dek?. Trus kamu Bilang MJ harusnya menghargai aturan dan tidak egois. Dek.. bedakan antara memperjuangkan hak dengan ogois. Haknya MJ dong menyuarakan aspirasinya. Haknya tiap muslimah dong mempertahankan keyakinannya. Itu kan hak asasi manusia dek. Tahu kan HAM?. Event itu hak semua orang. Semua bisa ikut dengan segala keyakinan yang melekat pada mereka.

Aduh dek... jangan ngeyel deh. Jangan buat orang lain kembali membullymu karena perbuatanmu sendiri.

(Yaya Aff)

Sabtu, 06 Oktober 2018

Slamat Jalan Prof. Jalal
Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun...  

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu... Insya Allah husnul khatimah.. semoga diampuni segala kesalahan dan kekhilafan, diterima segala amal ibadahnya. diberikan ganjaran syurga bersama dengan keluarganya. Slamat jalan prof. Jalaluddin Mulbar ... ilmu dan hikmah yang bapak berikan insya Allah akan kami ingat selalu   

************
Setelah sepekan kejadian gempa dan tsunami di Palu baru dapat kabar pasti tentang beliau. Berarti 7 hari beliau terperangkap di reruntuhan hotel Roa-roa. Ya Rabb...

Siapa mahasiswa matematika yang tidak kenal beliau? Di masa saya kuliah, beliau mengampuh matakuliah sejarah matematika. Membosankan? sama sekali tidak. Justru matakuliah beliau yang masuk kategori matakuliah pilihan saat itu digemari oleh banyak mahasiswa. Bukan karena bapak mudah memberi nilai, tetapi karena beliau memang mengesankan memberikan kuliah. Tiap pertemuannya ada saja yang diperoleh pengetahuan tentang matematika. Ada saja hal unik tentang matematika yang kami dapatkan. Ada saja solusi-solusi math yang kami dapatkan. Makanya kami senang setiap kali jadwal kuliah bersama beliau. Ruang workshop yang merupakan ruang perkuliahan yang paling luas, penuh dengan mahasiswa. Kayaknya hampir semua mahasiswa pernah memprogramkan mata kuliah itu.

Yang bukan jurusan matematika? banyak juga yang kenal beliau. Beliau sering mncul di TVRI Sulsel, membincang tentang matematika, utamanya membahas pembahasan soal UMPTN/SPMB. Dan bagi yang ada di sekolah-sekolah baik di makassar atau daerah lain di sulsel, tetap banyak yang kenal beliau. Seringkali beliau menjadi pendamping peserta dari makassar dan sulsel dalam olympiade matematika, tingkat propinsi, bahkan nasional. Bukan hanya jadi pendamping juga sebagai mentor bagi peserta olympiade. Dan saya banyak bertemu dengan beliau saat masih ngajar di AThirah dan mengantarkan siswa ikut lomba atau karantina untuk lomba.

Berita hari ini sangat mengejutkan beliau pergi untuk selama-lamanya. meski kemarin telah ada berita bahwa beliau meninggal, tapi tak kurang harapan untuk terus berdo'a semoga semua berita itu tidak benar dan masih ada harapan bahwa beliau masih bisa diselamatkan. tetapi mungkin itulah takdir-Nya. Allah telah memanggil beliau beserta istri tercinta dan menantu. Do'a kami dan kita semua semoga segala amal kebaikan beliau diganjar dengan Jannah-Nya. 'aamiin yaa Rabb.... .
Bisakah tak Ber-euforia Politik Sementara Waktu?
Di tengah kepiluan masyarakat Sulteng beberapa hari ini, di beberapa sudut negeri ternyata tetap saja disibukkan dengan agenda politik. Wajar sih sebenarx dengan makin dekatnya pesta demokrasi. Tetapi ya mbok tetap peduli kenapa?. Sibuk membanggakan tim masing2. Dan yang lagi marak bahas drama RS.

Sederhana saya, RS dengan dramanya silahkan diselesaikan dengan hukum. Lihat, dengar, dan terima kronologinya. Hanya saja dlm suasana fanatik politik sekarang justifikasi seolah tak mampan. Semua tentu tetap salah. Emang apa sih motif dari RS? Klw emang dia mau jd relawan tim "peace" nggak mungkin menciderai lewat kasus menggelikan begitu. Trus dia kenapa? Wallahu'alam. Lagi malas membahas panjang tentang politik. Klw bersalah silahkan diproses sesuai hukum. Kalau salah silahkan diakui. Dan kalau ada yang mengakui kesalahan silahkan diterima. Nggak perlu makin didramatisir sampai menyapuratakan orang dan persepsi pakai majas pars prototo.
"Orang lain tidak selalu salah, itu berarti dirimu, temanmu pun tak selalu benar"
Bukankah begitu?. Ayolah... nggak perlu makin didramatisir kisah ini. Entah kata RS itu hoax. Entah tim seberang yang hoax. Entah sebelahnya lagi katanya bebas dari hoax. Yang jelasnya... duka Palu. Duka Sigi. Duka Donggala. Duka lombok. Dan duka-duka masyarakat Indonesia yang lain bukanlah hoax. Sedih mereka bukan hoax. Trauma mereka bukan hoax. Tangis mereka bukan hoax. Gempa bukan hoax dan tsunami juga bukan hoax. Berempatilah dengan mereka. Minimal berhentilah saling mencela. Bisakah sejenak tak ber-euforia politik? 

Yaya Afifatunnisa
Hoax Tsunami Palopo
Jam 2 dini hari bangun ta'bangka. Pintu rumah digedor disuruh bangun karena air laut naik bede. Dengan kondisi panik yang kucari cuma jilbab dan bersedia lari. Tapi untungnya pintu depan terkunci jadi balik lagi ke kamar ngambil hp sambil berpikir ini apa? Bukanji lagi hoax?. Dan benar se kota palopo sudah heboh semua orang pada bahas tsunami. Grup juga ramai. Tapi dari keseluruhan disimpulkan kalau itu cuma hoax. Untung masih bisa berpikir baru lari juga.

Ini berita hoax. Tapi tak ada salahnya tetap waspada. Dan paling penting kalau terjadi apa-apa, tetap pastikan diri dalam kondisi tepat baru lari. Harap teman-teman warga palopo tetap tenang... jangan cepat menelan hoax. Dan juga jangan mudah sebar hoax. Semoga Allah melindungi kita semua

Palopo, 2 Oktober 2018, 02.00 a.m #YaAff
Tanah Berjalan di Petobo Palu
RUMAH BERJALAN
TANAH TERBELAH
Sering saya rasakan gempa, tapi kali ini berbeda. Akibat gempa beberapa ruas tanah Kel. Petobo, Kec. Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bergeser ratusan meter, beberapa rumah daerah perumnas tenggelam dalam tanah sekitar 5 meter, dan ada gundukan besar setinggi rumah terjadi begitu saja. Banyak BTN Petobo hancur, berpindah posisi dan tenggelam ke dalam tanah.
Mohon maaf saya menulis, bukan berkeluh kesah, tapi jiwa menulis saya memaksa untuk itu. Setidaknya jika terjadi gempa susulan dan waktu saya telah tiba, biarlah ini jadi update terakhir dari saya.
Saya sulit percaya, ilmu alam saya tak sampai di tingkat ini. Ini fenomena alam langka bagi saya. Hujan sangat deras, malam tadi (30/9) saat gempa susulan, tanah di Kelurahan Petobo terbelah, beberapa rumah tenggelam dan berjalan terguling seperti terseret banjir sejauh puluhan meter. Beberapa rumah berpindah posisi. Saya yakin setelah ini BPN kesulitan mematok tanah sesuai sertifikat. Ada gadis remaja sedang mengendarai motor di daerah petobo, tiba-tiba tanah terbelah, ia teggelam dalam tanah tertimbun sampai bagian leher, beruntung warga segera menolong. 
Tanah terbelah dan ambruk lumayan lebar, sekitar 10 meter dengan kedalaman sekitar 5 meter. Setelah gempa susulan lagi, tertimbun lagi menjadi rata.
Rumah paman saya di sekitar Islamic Center Kel. Petobo hilang tak berbekas. Paman saya masih melihat rumahnya berjalan sendiri. Yang mengherankan, tiba-tiba paman saya sudah berada di dekat Terminal Petobo yang jaraknya hampir 1 kilometer. Padahal dia hanya tiarap.
Saya sering baca artikel tentang gempa, namun keanehan ini di luar batas pikiran saya. Kira-kira Anda tiarap berlindung di halaman rumah, rumah berjalan, tiba-tiba kita sudah berada di tempat lain. Tapi itulah adanya.
Malam ini di RS. Bhayangkara, lebih 700 mayat sudah dikumpulkan, masih ada ratusan lagi tertimbun reruntuhan dan lumpur. Kehilangan kerabat ternyata menyakitkan.
Banyak kawan saya meninggal dunia, lainnya masih belum ditemukan termasuk ponakan saya.
Hujan malam ini cukup deras disertai angin kencang. Semoga hari ini belum kiamat, bukan hari akhir bagi kami.
Jika ini adalah takdir akhir bagi kami, izinkan saya memohon maaf sebesar-besarnya, atas segala canda atau apa saja yang tidak berkenan di hati seluruh keluarga, sahabat, rekan bisnis dan teman-teman. Wassalam. (Heri Mulyadi seperti dituturkan Imran Fahrudin, salah satu warga korban gempa dan tsunami)
Itulah salah satu tulisan yang banyak dihasre di fb. dan saya pribadi ngambil dari akun fb: Henny Lamoma Ummu Kholid pada tanggal 1 Oktober. 

Ya Rabb... sabarkan dan selamatkan saudara kami yang ada disana. Sungguh kuasa-Mu tak ada tandingannya. Maafkan jika kami berbuat aniaya

Kisah ini sudah sangat cukup menjadi bahan refleksi bagi kita. Lihatlah alam begitu mudah digerakkan oleh Allah. Lihatlah kejadian yang diluar nalar pengetahuan manusia. Mari menyadari bahwa Hidup ini pada dasarnya hanyalah perjalanan menuju kematian. Entah dengan cara apa Allah mempertemukan kita dengan kematian. Banyak beristighfar. Banyak memperbaiki diri. Karena tak satupun diantara kita tahukapan kita diwafatkan. Dimana kita diwafaatkan. Dan pada saat kapan kita diwafatkan. Perbaiki diri dan terus berdo'a semoga Allah mengampuni kita, memberikan kesabaran kepda kita semua, dan bertawakkal dengan sepenuh ikhlas dan harap hanya kepadaNya.

Laa haula wa laa quwwata illah billah #prayforsulteng #prayforcelebes


Palu Nomoni, Kenapa?
Insyaa Allah ini info yg valid, dari dr.wahyuni Yahya yg baru sj terhubung dgn keponakannya di t4 pengungsian:
Ini critanya kodong : Itu pas kejadian gempa, sebelum lari mengungsi alhamdulillah nakasi ka kekuatan Allah lari masuk kedalam rumah ambil bajuku dgn jilbabku.. baru ganti baju di dalam mobil. Pas mau lari ternyata jalanan sudah terbelah-belah tidak bisa dilewati, terpaksa Mobil ditinggal ditengah jalan, sy larimi sama teman2ku karena orang2 teriak bilang naik mi air laut. Baru temanku kodong dalam keadaan hamil, alhamdulillah dikasi kekuatan lari sekncang2nya.. tidak dirasa kurang lebih 5 km ki lari baru sampai ditempat pengungsian.Ini kejadian gempa di kota Palu bertepatan dgn ulang tahunnya Kota Palu. Kejadiannya pas hari jum’at malam sabtu, akan diselenggarakan acara Palu Nomoni di Pantai kota Palu, makanya banyak org meninggal karena org sdh berkerumun di pantai mau menyaksikan acara Palu Nomoni.

Jam 5 sore pembukaan acaranya, jam 6 terjadi mi tsunami. Anak SMP ada -+100 orang menari massal di acara pembukaan, jdi korban tsunami smua.Sdh 3 tahun berturut2 setiap pelaksanaan acara “Palu Nomoni” pasti ada kejadian yg terjadi. Dan tahun ini dgn kejadian yg paling parah sampai memakan ratusan korban jiwa.Banyak yg tdk bs plg krn terhalang bahan bakar, pertamina sdh di jara sma masyarakat, penampungan pertamina di jebol mi. Orang2 pakai timba mi ambil bensin. Mobil pertamina dipanjat2.Alfamidi di bobol karena org2 butuh makanan.
Sy: bgm itu acara palu nomoni?
Wallahualam tante uni menurut cerita org Palu yg sy dengar dari temanku sama2 mengungsi itu acara khas org Palu, itu acara Palu Nomoni ada acara Adatnya yg seperti memanggil roh roh makhluk halus. Sampai kmrin di potongkan kerbau.
Ada musik2 khusus sama penari khusus yg biasa itu penari kerasukan.Karena disalah satu kelurahan di Kota Palu, yg masih sangat kental adat2nya sebelum terjadi itu gempa dia bikin acara musik2 sma menari2 memang mi.
Pas selesai gempa kodong bukan air yg kejar i tapi tanah. Karena itu kelurahan jauh skli dari laut.Sy dapat cerita ini langsung dri org yg tggal di kelurahan itu, karena temanku mengungsi sama2. Itu bedeng tanah terbuka terbelah 2, baru na gulung2 perumahan masyarakat.
Kalo sekita pantai di kejar air kalo di Kelurahan situ dikejar tanah.
Anak2 mengaji di pondok mesjid kodong seketika tertimbun😭😭.. baru na lihatki dgn mata kepalanya sendiri ada itu org tua minta tolong karena jatuh i di tanah yg terbelah.(Dari fb: Husna Zainuddin Maawi)

Astaghfirullah......
Semoga kejadian ini bisa membuat mata terbuka bahwa ada kebiasaan dan kesukaan yang tak perlu diteruskan dan dilestarikan. Jika memang klitu tidak baik maka tinggalkanlah meski itu hasil budaya atw ciri khas. Apalagi klw panggil roh leluhur. Pakai lepas sesajen. Ya Allah... sudah zaman milenial ini. Sdh mesti kritis meneruskan apa yg perlu dilestarikan dan apa yg perlu dihentikan. Mari buka mata dan bertaubat atas segala kebiasaan yang bs mengundang murkaNya Allah😣

Tidak ngerikah membaca kisah ini? Tidak ngerikah melihat atw membayangkan dikejar2 air dan tanah?. Melihat videonya saja merinding apalagi melihat secara langsung. Dikejar manusia mungkin bs menghindar dan minta tolong, tp dikejar oleh alam atas perintah Allah bgaimna?. Mari bermuhasabah. Mari memohon ampun. Semoga kesalahan dan kekhilafan yang kita semua lakukan bisa diampuni oleh Allah😢

Dan tetap hingga kini. Jangan putus mendo'akan saudara2 kita di Palu, Donggala dan sekitarnya. Semoga yang selamat diberi kesabaran dan kekuatan. Dan yang dipanggil oleh Allah semoga husnul khatimah dan diampuni segala kesalahanx dan diberi ganjaran syurga. 'Aamiin ya Rabb #prayforpalu #prayfordonggala #prayforsulteng #lepassegalakesyirikan#muhasabah (YayaAff, 30 September pukul 21.46 ).
Tanah bergerak, Rumah Berjalan
Kondisi Petobo tempat Tanah dan rumah bergerak dan berjalan
Ya Rabb... tanah benar2 bergerak. Bahkan rumah/bangunan seperti mainan digerakkan. Bukan hanya diguncangkan tp digerakkan/dipindahkan. 

Maha kuasa Engkau ya Rabb... peristiwa begini makin menyadarkan kita bahwa kita bukanlah apa2. Sebesar apapun kuasa kita sungguh tak ada apa2nya dari kuasa Allah. Sebangga apapun manusia dgn yg dimiliki sungguh tak bs berkutik sedikitpun jk dihadapkan dengan kuasa Allah. Dan sepelit-pelitnya manusia mengingat Tuhan-nya, pada saat begini nama Allah akan secara spontan dipanggil, disebut, dirajuk dan diharapkan. Jadi, apa yang perlu disombongkan di dunia ini? 😣.

Rabb, selamatkan saudara-saudara kami disana. Berikan kekuatan dan kesabaran pada mereka. Mohon terima segala amal kebaikan bagi mereka yang telah menghadap-Mu. Dan ampuni kami jika sampai saat ini masih banyak lalai atas perintah-Mu. #prayforpalu #prayfordonggala #prayforposo #prayforsulteng #prayforsulbar#prayforcelebes (Yaya Afifatunnisa, )


Duka Sulteng HOAX?
Suasana di Petobo Palu Selatan pasca Gempa dan Tsunami
Baru sempat pantengin lepi tuk update tulisan. Sebenarnya dari beberapa hari lalu mau ngepsoting tapi rasanya nggak bisa apa-apa. Hanya bisa pelototi layar hp dan tv menyaksikan berita demi berita tentang dUka Palu dan daerah yang terkena bencana lainnya. Jadi ceritanya baru mau mindahin tulisan di fb kesini.

Saat Gempa dan Tsunami terjadi, simpang siur berita terjadi. Dan saking seringnya berita HOAX menyebar di sosmed, sampai2 berita keadaan di palu dan Donggala seperti ini dan separah ini banyak yang semalam, gempa dan tsunami terjadi, menganggap video-video yang beredar adalah berita hoax. Bahkan TV pun lamban mengkonfirmasi kebenaran. (lihat video di bawah ini) #prayforpalu #prayfordonggala #prayforcelebes (Yaya Afifatunnisa, 29 September pukul 09.41)