Akhir Ramadhan :'( - Dunia Yaya

Rabu, 06 Juli 2016

Akhir Ramadhan :'(

Allahumma Innaka 'afuwun tuhibbul afwafa'fu anna yaa Rahim.. :'(
Ramadhan akan segera berlalu. Semoga ramadhan kali Ini lbh baik, amalan bisa diterima, dan masih diberi kesempatan bertemu lagi dengannya :'( .

Tamu agung benar-benar akan pergi. butuh waktu 11 bulan untuk kembali bertemu dengannya. Ahh.... mesti bagaimana? sedih? senang? bahagia? atau seperti apa?. Bahagia karena akhirnya bisa melewati ramadhan dengan baik dan masih dipanjangkan umur bisa melewatinya sampai akhir. Sedangkan ada saudara kita yang tidak lagi diberikan kesempatan bertemu ramadhan, ada juga hanya sebahagian, bahkan ada yang hampir saja mendapatkan seluruhnya, namun harus segera dipanggil oleh Rabb-nya. bersyukurlah kita..

Sedih...? banyak alasan yang bisa membuat kita sedih. pertama, sedih karena bulan suci bulan penuh dengan rahmat, maghfirah, dan penuh berkah akan segera pergi. kesempatan untuk meraup banyak pahala dan amal kebajikan akan segera berlalu. Bulan yang di dalamnya penuh ketenangan, penuh kemurahan, dan penuh kebahagian akan segera berlalu. kebiasaan yang telah terbentuk selama sebulan akan dikembalikan seperti sedia kala. Yang tersisa adalah apakah latihan selama sebulan itu bisa dilaksanakan dihari-hari biasa? bisa lebih ditingkatkan? bisa dijaga? bisakah...? Di Bulan ramadhan, terkadang kita mudah melaksanakan banyak rentetan ibadah mulai dari shalat fardhu, shalat sunnah, lail oke, tarawih sipp, Witir mantap, Dhuha tak ketinggalan, tadarrus lancar, bahkan bisa satu hari satu juz bahkan lebih. Bisa menahan amarah, bisa berbagi dengan sesama. begitu ringan semua amal ibdah. Di luar ramadhan...? mengapa begitu sulit...? apakah karena orang lain juga sudah jarang melaksanakannya? apakah karena yang lain juga hanya merutinkan saat ramadhan saja?. ada apa dengan kita? ada apa dengan diri kita? ada apa dengan latihan kita? kurangkah? atau jangan-jangan, kita melaksanakannya di bulan ramadhan dengan kurang ikhlas, hanya karena gengsi dengan orang sekitar yang juga rajin ibadah? atau niat kita full ibadah memang hanya kita peruntukkan di bulan ramadhan? kita tidak memantapkan hati dengan niat melakukan segala aktivitas full ibadah di bulan ramadhan plus terikut, terbawa ke bulan yang lain. Ahh.. ada apa dengan kita...?

Kedua, kesedihan dengan akhir ramadhan karena mengingat semua yang telah kita lakukan sebelum ramadhan, apakah bisa terampuni di bulan suci ini? apakah Allah telah menerima taubat kita? dan di bulan ramadhan ini, dengan segala aktivitas kita yang full ibadah (kalau iya), apakah benar diterima oleh Allah? yakin benar-benar diterima? jangan-jangan ibadah kita hanya menjadi buih di lautan yang hilang tercabik oleh ombak. Amalan kita, yang kita sangka akan menjadi bekal akhirat, menjadi saldo pahala, ternyata tak sedikitpun diterima dan sampai kepada Allah. Bisa jadi hangus karena riya. Bisa jadi melebur karena maksiat. Betapa meruginya kita, menyangka telah berbuat banyak hal ternyata semua hanyalah sia-sia. Masih yakin dengan amalan diterima? bersedihlah... jika selama ini, amalan kita terkotori.

Ketiga, Kesedihan itu karena kita akan meninggalkan bulan ramadhan, sedangkan kita telah terlena di dalamnya. menemukan kesempatan emas tetapi disia-siakan. tahu bahwa bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan bulan yang di dalamnya terdapat malam dengan kebaikan lebih baik daripada malam seribu bulan, tetapi tetap saja cuek dan tak peduli. masih juga terlena dengan dunia. terlena dengan aktivitasnya. disibukkan dengan dunia: pekerjaan, bisnis, jabatan, ngesosmed, chat sana-sini. hingga hari-hari ramadhan berlalu, amaln yang dilakukan masih sedikit. ngaji masih di juz itu-itu juga. sholat fardhu masih sering telat, shalat tarawih kalau lagi mood, boro-boro mau lail atau dhuha. paling cuma menghabiskan hari di tempat tidur, dan ber-haha-hihi dengan teman-temannya di dunia maya. Di ujung ramadhan barulah berpikir, ternyata ramadhan sudah mau berllau yah? kenapa bisa saya sia-siakan? kenapa bisa saya terlena? heyyy.... sadarnya terlambat masbro dan mbak sista. kesedihan yang anda hadirkan sudah sangat terlambat. Ramadhan telah akan beranjak, tak bisa diundurkan barang sehari saja, apalagi mau memundurkannya dari awal agar bisa mengubah keterlenaannya.

Ahh... ramadhan..... aku juga bersedih karena kau akan pergi meninggalkanku. Semoga kesedihan ini bukanlah kamuflase, apalagi hanya unjuk ngikut trend hastag #ramadhanjanganpergi. Kuharap, kesedihan ini adalah rasa yang murni berasal dari hatiku bahwa engkau benar akan meninggalkan kami, meninggalkanku. aku sedih bahwa aku akan lama lagi bertemu denganmu. itu jika Rabb kita masih mengizinkanku bertemu denganmu. Kuharap iya. iya bahwa aku akan bertemu lagi denganmusampai jumpa ramdhan. semoga tempaan sebulan, mampu menjadikanku pribadi yang lebih baik. 'aamiin yaa Rabb........

*Ramadhan Mubarak*
*30 Ramadhan 1437 H*

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar