Uang Panai The Movie - Dunia Yaya

Senin, 26 September 2016

Uang Panai The Movie

Akhirnya bisa nonton "Uang Panai" bersama PW IPM Sulsel. Sangat mengapresiasi, sangat menghibur. Pokokx sukses slalu Makkita Production. Tapi, dari sekian pemeran, justru yg membuat film jadi hidup adalah "Tumming" dan "Abu". Kayakx mereka berdua sukses membuat tawa Sering membahana. Kalau saya, yang paling kuingat adalah : Kopi boleh pahit, tapi hidupmu jangan. Karena hari Ini adalah besok dari kemarin". Kalau kalian, apa yang paling diingat? :D.
 
Berikut ringkasan cerita film tersebut. Kali aja masih ada yang belum nonton dan masih penasaran :

Berkisah tentang 2 orang yang saling suka dan ingin menikah. yaitu Risna dan Anca. Tapi Risna dari orang berada sedangkan yang Ancaok dari kluarga biasa-biasa saja. Saat datang ke orang tua Risna untuk melamar, sesuai adat bugis-Makassar, ada namanya Uang panai. Bukan mahar, hanya Uang adat sebagai mbol. Dan Uang panai yang diminta lumayan banyak 120 juta yang bagi  Anca sangat banyak.  Anca akhirx pontang panting cari Uang untuk Uang panai, sedang kan ada teman dr bapak  Risna jg mau mnjdohkn  Risna dengan anakx. Akhirx  Risna memberukan perhiasanx untuk dijual agar bs menambah Uang  Anca spy segera bs menikah. Risna tidak mau menikah dengan anak dari teman bpaknya yang juga temannya sendri. Tapi  Anca tidak mau menerima bantuan  Risna karena menganggap itu menjatuhkan harga dirinya sebagai pemuda bugis makassar. Tapi karena  Risna tetap mau dinikahkan sama orang lain, akhirnya  Risna mengajak  Anca untuk lariang (menikah lari) tetapi akhirnya dicegat sama orang tua  Risna. Sedangkan bagi orang bugis makasar kalau ada keluarganya lariang itu adalah malu keluarga. 

Meski dimarahi sm orang tua  Risna,  Anca tetap saja berjanji untuk bisa membawa Uang panai bagaimana pun caranya. Dengan bantuan berbagai pihak, akhirnya Uang panai sudah terkumpul. Saat ke rumah  Risna, ternyata sudah ada pesta pernikahan. Anca akhirnya pergi. Setlah beberapa waktu Anca yang lagi marah karena di tinggal menikah bertemu dengan rentenir dan Uang yang rencananya mau dipakai sebagai Uang panai diberikan oleh  Anca kepada rentenir untuk menebus utang bapaknya. Disitulah baru muncul  Risna dan mnjelaskan bahwa yang menikah itu bukan dia. Tapi adeknya. Yang mnikah dengan anak teman bapaknya itu bukan dia. Tapi karena sudah terlanjur Uang panai diberikan kepada rentenir,  Anca berkata, kalau Uang panai yang hrus menjadi syarat mereka bisa menikah, maka sudah tidak bisa lagi. Sudah habis, sudah ujung usahanya. Akhirnya orang Tuanya mengizinkan mereka menikah tanpa embel-embel Uang panai =-).

Bahwa pernikahan itu jangan diukur dari Uang panai. Sedangkan Uang panai bukan syarat, justru mahar yag wajib. Kalau diawal Uang panai dijadikan sebagai adat dan tradisi sekarang malah dijadikan sebagai ajang gengsi-gengsian. #filmuangpanai #makkitaptoduction #latepost #bugismakassarbisatonji

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar