G30S PKI in Memorial - Dunia Yaya

Sabtu, 01 Oktober 2016

G30S PKI in Memorial

Kemarin adalah 30 September. Namun, ada yang benar-benar hilang menurutku. Tak pernah lagi ada geliat aksi mengenng perjuangan para pahlaan revolusi yang menjadi korban keganasa PKI saat itu. Keadaan malah sunyi senyap dan hening. Tak ada aktivitas, tak ada bicara, apalagi diskusi. Apakah benar bahwa sejarah tentang pemberontakan itu sudah dikubur dalam-dalam? Ataukah benar PKI saat ini justru dihargai, dinilai penting dan dijaga perasaannya? Lalu bagaimana perasaan para pejuang dan pahlawan yang telah gugur? Yang lebih memiriskan lagi bahwa hari ini di kelas, siswa tidak lagi menyadari hari penting itu. tidak tahu. apalagi bisa berempati dengan perjuangan para pahlawan. mereka hanya terdiam dan terbengong, tidak ngerti hari ini dan kemarin itu hari apa?. Benar-benar miiris. Negeriku makin tak menghargai sejarah, yang digembar-gemborkan justru keadilan atas PKI yang selama ini dikebiri di negeri ini. 

Saya mencoba tidak membawa era dalam hal ini. Namun, dengan fakta saya mau tidak mau, saya menghadirkan memori era orde baru ketika saya masih berstatus anak sekolahan. Saya mengenyam era orde baru hingga kelas 2 SMP. di sepanjang tahun itu, emosi saya seolah dibawa ke tahun 1965. Bukan hanya melalui sekolah, namun di rumah pun orang tua di tanggal itu selalu bercerita tentang keganasan PKI. Ditambah di sekolah tentu guru banyak bercerita peristiwa itu, dan pulang ke rumah pun akan disuguhkan berita dan film tentang perisia itu. Kami masih sangat keil saat itu, namun dalam hati kami, telah tertanam dan diajak untuk berempati dengn para pahlawan revolusi. Meski kami belum paham persis tentang apa itu emosi, apa itu empat, apa itu pemberontakan, namun satu hal yang kami pahami, bahwa peristiwa itu benar-benar mengerikan, tak berprikemanusiaan, dan salah. itu pikiran sederhana kami. Itulah yang menjadi tunas patriotik yang tertanam di dada kami. Dan setidaknya kami mulai paham, bahwa negara ini telah mealui peristiwa besar yang mengorbankan banyak nyawa. berarti setidaknya: 1) kami harus bersyukur telah melalui peristiwa mengerikan itu 2) kami harus berterima kasih kepada para pahlawan 3) kami harus terus berjuang dan kuat. 

Apakah hanya sampai generasi kami yang masih mengenang jasa para pahlawan? ahhh.. negara ini bagaimana? saya semakin bingung dengan negara ini?

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar