Plus-Minus Paslon Pilkada DKI - Dunia Yaya

Sabtu, 18 Februari 2017

Plus-Minus Paslon Pilkada DKI

Mari membedah ketiga Paslon, lalu memberikan pilihan. 
Paslon 1 Agus-Slivi: Mengusung calon muda, energik, baru, dan masih bersih. Terlepas dia adalah anak dari mantan 01 di negeri ini. Dipasangka dengan Seorang wanita energik. Mantan penguasa DKI pusat. Tentu sudah banyak paham seluk beluk Jakarta. Saling melengkapi. Kebaruan, dan pengalaman diracik menjadi 1. Tak tanggung-tanggung, pasangan ini diusung oleh partai besar di negeri ini: Demokrat, PDI-P, Golkar, dan Nasdem. Apa kelebihan dan kekurangan mereka. 

Paslon 1: AHY-Silvy
Kelebihan:
  1. Didukung oleh basis partai besar
  2. Didukung oleh orang ternama di negeri ini. Minimal pamornya masih ada melekat di masyarakat
  3. Sosok baru dan eergik. Belum memiliki catatan merah. Meski Silvi sempat digiring pada kasus korupsi tahun 2010.
  4. Tegas dan blak-blakan. Mungkin karena berlatar belakang militer, sosok AHY menjadi blak-blakan dengan berani mengkritisi dan mematahkan ide para seniornya.
  5. Program kerja dianggap sebagai program kerja yang Riil, dan sangat mengimingi masyarakat.
Kekurangan:
  1. Karena berasal dari rahim orde penguasa sebelumnya. Maka pasangan ini menanggung dosa dari kekurangan penguasa sebelumnya. Mungkin bisa dikatakan sebagai dosa turunan.
  2. Karena blak-blakan, menimbulkan kontra yang hebat dari pesaingnya. Lebih tepatnya salah satu pesaingnya. Dan ini menjadi boomerang bagi mereka.
  3. Dianggap masih prematur memimpin DKI. Mengingat usia AHY yang masih terbilang muda.
  4. Emosional yang belum bisa dikontrol dengan baik, hingga kadang terkesan sering memojokkan dan langsung menuding. Meski ha itu sebagai bukti bahwa ia tegas dan berani.
Paslon 2: Ahok Djarot.

Kelebihan
  1. Senior dan berpengalaman. Baik calon 01 ataupun 02-nya.
  2. Memiliki visi dan misi yang disusun secara rasional, dan terstruktur, dengan perencanaan yang lumayan matang
  3. Terkesan tegas dan berani
  4. Didukung oleh banyak stakeholder, juga partai besar pemenang pemilu pilpres sebelumnya yaitu PDI-P
  5. Katanya lebih Multikultural
Kekurangan:
  1. Blak-blakan dan cepat respon terhadap sindiran atau tudingan
  2. Program kerja yang disusun adalah program hasil olah mereka yang dianggap sesuai dengan kondisi Jakarta.
  3. Tidak begitu merakyat dengan masyarakat bawah
  4. Emosional dan lisan yang sering tidak terkontrol
  5. Tersangkut kasus penistaan yang menjadi pertimbangan besar masyarakat untuk memilih
Paslon 3: Anies-Sandi

KelebihanMembawa aura kebaruan dengan kombinasi yang juga baru
  1. Datang dari lapisan masyarakat akademisi dan wirausaha.
  2. Program kerja yang mengedepankan kerjasama dengan seluruh stakeholder
  3. Mampu menyatu, berdialog , dan diterima oleh lapisan masyarakat bawah
  4. Paslon yang banyak membuat orang tertegun dengan sikap sabar dan santunnya.
Kekurangan
  1. Belum berpengalaman di Jakarta.
  2. Bukan berasal dari struktural pemerintah
  3. Banyak yang beranggapan sebagai paslon dengan kecerdasan yang memikat, namun dianggap masih sebatas kata dan ide
  4. Program kerja yang dianggap belum real dan masih mengawang-ngawang karena dengan alasan akan diramu bersama stakeholder
  5. Didukung hanya oleh 2 partai Gerindra dan PKS. Meski keduanya terbilang patai besar, tetapi basis massa masih bisa dikalahkan oleh paslon lain.
Nah, Anda akan memilih mana...?. Lanjut baca ke tulisan berikutnya..... keep reading...

#tulisanlatepostbanget

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar