Apakah Kita tidak Serakah Teman? - Dunia Yaya

Jumat, 21 April 2017

Apakah Kita tidak Serakah Teman?

Apakah kita tidak begitu serakah teman?. menutup rapat-rapat peluang orang lain mengambil bagian. bukan tidak mungkin mereka datang menawarkan segala potensi dan loyalitas yang mereka miliki. mereka juga berhal. mungkin lebih berhak daripada kita. tidakkah dengan begini kita telah arogan?
begitu sulitkah percaya? idak semua mereka adalah sama. itu berarti tak pantas kita memukul rata mereka. menyudutkan dengan alasan yang katanya lebih rasional daripada menyebutnya sebagai konfrontasi dikotomi. berbeda tetapi sama menurutku. kita berasal dari rahim yang sama. rahim yang tak ingin kita bercerai-berai dengan ketidakpercayaan. rahim yang telah menempa kita bisa menerima perbedaan, saling merangkul, mengakui potensi, mempercayakan amanah, dan saling menjaga. bukankah harusnya begitu teman?.

Teman... bagiku ada yang mestinya lebih kita jaga. SILATURRAHIM saudariku. kita mungkin terlalu idealis ingin mengawal amanah dengan selektif menunjuk siapa yang kau percayai berjalan bersamamu. tetapi kita melupakan hati. kita punya hati, mereka juga punya hati. ketika kita menciderai hati, memang tidak nampak. memang tak berdarah. tetapi lukanya lebih sakit dan bertahan lama. bukankah lebih penting menghindari luka yang tak tampak daripada luka yang tampak?.

Teman... bukankah kita juga sudah sedikit khatam dengan psikologi. ilmu mistis modern yang sejak berkenalan dengan rahim ini kita dapatkan. Bahwa penting untuk maju menyingkirkan rintangan, tetapi tak kalah penting memahami kondisi psikologis, apalagi psikologis manusia. mereka bukan robot teman. meraka juga punya perasaan. mereka juga ingin diperhitungkan. mereka juga bisa sakit. mereka juga saudaramu. tidakkah kau sadari teman, kita telah begitu tega?. dan maafkan.. aku pun tega mengatakan bahwa: teman... sadarlah... kita terjebak dalam keserakahan. 

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar