Agamaku adalah Prosesku - Dunia Yaya

Minggu, 21 Mei 2017

Agamaku adalah Prosesku

(Sebuah komentar)

Ini tanggapan saya tentang kehebohan karena akun fb Afi Nihaya yang ditangguhkan oleh facebook efek dari banyak yang melaporkannya dengan satusnya yang banyak membahas tentang kebinekaan, dan yang terakhir tentang mempertentangkan agama yang hanya meruapakan warisan.
👇👇👇👇.

Pada dasarnya tiap manusia lahir dengan fitrahnya, suci. Orang tuanyalah yang kemudian menjadikannya islam, kristen, yahudi, majusi dll. Tetapi bukan berarti itu sudah paten. Tiap manusia punya peluang yang sama berpindah dari keyakinan awal. Tergantung bagaimana proses hidup dan berpikirnya. Maka selanjutnya, agama bisa berubah. Kalau menurutku memang ilmu pertama diperoleh dari pengalaman (apa yg didapat dari ortu/keluarga), tetapi selanjutnya ilmu akan bergerak terbuka seiring sumber lain datang dari pengetahuan, baik dari lingkungan sekitar, atau dari kontemplasi individu, atau dari bacaan. Disitulah pada akhirnya pengalaman dan pengetahuan akan tarik menarik. Hasilnya bisa membuat orang tetap pada keyakinan awal atau berpindah.

Meski agama pada awalnya adalah diferensial dari orang tua, tetapi tiap individu tetap punya akal dan nurani masing-masing untuk berpikir pada akhirnya. Bukan dengan apa yang diterima justru hanya menerima. Tetapi mesti mengkaji untuk lebih meyakinkan diri. Dengan begitu, agama yang dianut kemudian bukan lagi berstatus "warisan". Tetapi hasil dari perjalanan intelektual dan ruhiyah kita. Dan selanjutnya seseorang bisa tetap mempertahankan dan berpegangteguh pada apa yang diyakini. Dan mempertahankan apa yang diyakini bukan lagi sebagai sesuatu yang keliru dilakukan. Tetapi sesuatu yang mesti dilakukan. Itulah wujud nyata dari keyakinan. Dan keyakinan sudah tentu tidak mudah untuk dipelintir dan digoyahkan oleh orang lain. 

Kalau dalam perjalanannya ada yang berbeda dari yang diyakini, itu wajar saja. Toh, itulah proses kehidupan dan keyakinan. Wajar jika berwarna. Wajar jika beraneka ragam. Hidup memang penuh warna. Tak bisa kita tak memilih warna. Warna ku warnaku. Warnamu adalah warnamu. Warnaku dan warnamu bisa sama. Tetapi juga bisa berbeda. Kalau berbeda haruskah disamakan? Tidak bisa. itulah identitas tiap warna.  #agamakuadalahkeyakinanku #agamakuprosesku