Save Rohingya - Dunia Yaya

Selasa, 12 September 2017

Save Rohingya

Sebagai warga muhammadiyah dan sebagai individu saya sebagai yaya. Sangat setuju dengan semua poin pernyataan ini. Sebenarx apa salahnya ummat muslim di seluruh belahan dunia ini?. Apakah karena kami yg sering diidentikkan dengan teroris?. Apakah karena ajaran agama kami yang dianggap tidak toleran?. Ataukah karrna individu kami yang tidak manusiawi?. Rasanya tidak ada satupun dari keriganya yang melekat pada agama kami. 

Jika menemukan duri di jalan saja, ummat muslim diperintahkan untuk menyingkitkan duri itu dari jalanan. Lalu bagaimna mungkin ajaran agama kami memerintahkan untuk meneror, menakut2i, dan membunuh. Agama kami memerintahkan agar menyeru dengan bil hikmah. Membawa kedamaian dan cinta untuk rahmat sekalian alam. Tak ada satupun ajaran untuk mengambil nyawa manusia tanpa dosa. Bagaima bisa mereka yang dengan tega melakukan terorisme lalu kami yang harus menyandang gelar teroris?

Siapa bilang ajaran agama kami tidak mengajarkan toleran?. Bukankah dalam berbagai kisah yang menjadi rujukan kami telah banyak disebutkan bagaimana harus bermualah dengan saudara kami yang berbeda keyakinan. Bagaimana harus memupuk silaturrahim. Bagaima tetap berjiwa sosial. Kami hanya ditegaskan untuk mengingat kalimat "lakum dinukum walyadin". Untukmu agamamu dan umtukku agamaku. Masing-masing bebas melaksanakan ajaran agama yang diyakini, tidak ada paksaan. Tidak ada gonjot2an. Selagi bisa saling mrnjaga dan menghargai. Silahkan beragama sesuai dgn yg diyakini.

Apa ajaran agama kami memerintahkan untuk berlaku tidak manusiawi?. Tidak ada satupun perintah dalam ajaran kami menyeru untuk itu. Tak ada perintah untuk berbuat kasar. Menghardik. Mencela. Mengusir. Menyiksa. Menyakiti. Bahkan membunuh. Yang ada, ajaran agama ini begitu santun mengajarkan adab kepada penganutnya. Apakah semua penganutnya melaksanakannya?. Iyya, masih ada yang tidak mrlaksanakan. Tetapi perlu diingat bahwa, itu individunya. Sama sekali tidak ada secara universal ajaran agama ini mengajarkan demikian. 

Namun, betapa pun islam sering dicap sebagai teroris. Tetapi lihatlah di negara yang mayoritas muslim. Adakah mereka yg minoritas teraniaya?. Adakah yg minoritas diusir bahkan dibunuh secara brutal?. 

Namun mengapa banyak darinsaudara kami di belahan bumi lain yang dirampas hak kemanusiaannya?. Dilanggar hak asasi beragamanya. Diusir dari negerinya. Dan nyawa mereka dibombardir tanpa iba?. Lalu kemana pengayom perdamaian dunia?. Krmana bersembunyi mereka yang katax duta kemanusiaan?. Kemana perginya semua bab pelajaran tentang hak asasi?. Coba buka mata lebar2 dengan kejadian di Myanmar sana yang menimpa muslim Rohingya. Apakah tak ada sedikitpun rasa iba?. Tidak adakah kata kemanusiaan buat mereka?. Buta dan tuli kah dunia internasional melihat ini semua?

Jikalau pun merasa berat peduli karena alasan agama. Coba iba dengan alasan kemanusiaan. Karena " you do not need to be a moslem to care with Rohingya. But you just need to be a human". Bukan saya tidak mau memposting gambar korban di Rohingya. Tetapi bahkan untuk melihat sekilas pun rasanya sudah memilukan
#saverohingya #savemoslemintheworld #muslimjugamanusia #kecammyanmar #savehumanity2

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar