Tempat Yang Sama, Rasa Yang Berbeda - Dunia Yaya

Minggu, 22 Oktober 2017

Tempat Yang Sama, Rasa Yang Berbeda

Pagi Ahad yang cerah. Kembali berjaMenyapa pagi, membelah keheningan. Di sepanjang jalan, ada banyak orang yang juga dengan alasan yang sama. Mungkin sederhananya adalah kangenpiknik.com. Dengan kondisi jalan yang semakin membaik, euforia masyarakat menyusuri tempat ini pun semakin besar. Sebentar lagi jalan-jalan itu terhubung. Tunggu saja tempat itu makin ramai dikunjungi nantinya. Kalau yang lain berjalan bersama, nah.. kali ini kembali jalan sendiri. Ah, cukup senyum nyengir aja. Sebuah tekad yang sejak kemarin kulakukan. Harus sampai ke tempat "itu". Mungkinkah?. Kita lihat saja.

Awalnya ragu, jembatan kedua yang mesti dilewati belum sepenuhnya terhubung sempurnah. Masih banyak kerikil disana. Sambil mengamati keadaan sekitar dan mengukur kira-kira bisa lewat apa nggak, kembali massaleo duduk memandang laut lepas seolah menikmati tiap keindahannya. Ah, harus coba. dan...... benar saja, meski dilihati sama para bapak-bapak itu karena saya nekad melewati tumpukan kerikil dan melewati jembatan yang masih dalam proses pembangun, ah cuek saja. yang penting bisa sampai disana. 

Sempat melihat beberapa orang nongkrong di tempat itu. Di bawah pohon yang selama 3 bulan sering dikunjungi. Sempat berpikir benarkah?. sambil berjalan, makin dekat dan dekat.. disana tersisa bapak-bapak yang memancing seperti biasa. hmm... saya bisa ke tempat ini lagi. sendiri... disini, harus mengatakan apa?. Hanya duduk memandang sekitar, mmerasakan nuansa beberapa waktu yang lalu. Merasakan lamat-lamat. Mengingat pelan-pelan. dan entah harus diapakan. Kembali ke tempat itu, nuansanya tetap saja sama, hanya saja rasanya berbeda. 
















Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar