Bilang pada Dilan - Dunia Yaya

Sabtu, 27 Januari 2018

Bilang pada Dilan

Beberapa hari ini, utamanya hari ini, kata Dilan banyak nangkring di beranda sosmedku. Awalnya nggak peduli, itu apa sih?. Tetapi lama-kelamaan penasaran juga. Cuma tak kugerakkan tanganku menelusuroi google. Hanya nangkring melihat quotes tentang Dilan. Aduhai.. sangat banyak. Dan quotes yang paling banyak adalah "Jangan rindu. itu berat. Kau tak akan sanggup. Biar aku saja". Wetts... gaya gombal banget. Ini apa sih?. Sampai pada quotes balasan atas quotes Dilan yang berseliweran. Saya pun pada akhirnya membuat quotes balasan juga. Biarlah.. mumpung lagi membooming, ikutan trend aja. Tetapi ikutannya dengan meluruskan qoutes yang banyak diaminkan dan membuat banyak wajah senyam-senyum dan terpelanting karena baper.

Tentang rindu..... Bisa diduga kalau kisah ini akan banyak digemari oleh para ABG alias kids jaman now. Dan juga akan diminati oleh mereka yang lagi dilanda asmara. Tentu quotenya banyak dikutip, dishare, bahkan mungkin diambil tuk diaplikasikan alias dipakai ngegombal. iyya nggak sih?. Emang sih kata-katanya kayak jus buah segar yang manis pake segar. Tetapi, apalagi kalau suasana hati emang lagi berbunga mawar. tetapi bagi yang bisa berfikir biasa alias berpikir normal, justru kata-katanya itu asli rayuan cap kapak. Mungkin lebih tepatnya diistilahkan 'alay". Coba aja deh dicek. eitss.. jangan bilang karena aku cemburu, karena nggak punya sosok yang bisa ngegombalin, atau bisa dibayangkan seromantis dilan pada milea. Kalau ucapan cowok kayak si Dilan, itu 95% bagiku hanya pemanis bibir. 

Lihat saja dari beberapa quotesnya, selalu merayu. namun justru rayuannya mampu membuat sebuah hati terlena dan terpaut. tetapi sayangnya, cerita selanjutnya harus akrab dengan kesabaran dan perpisahan. Ini ceritanya, kisah banyak di-PHP-in dengan setumpuk kata-kata romantis, namun tak kunjung ditemui dalam pulang. Yang ada malah, mesti membesarkan hati akrab dengan perpisahan. Aihh.. ini asli PHP. Gaya kebanyakan cowok buaya darat. Namun sayangnya, dengan hadirnya film ini, justru banyak yang mengaminkan setiap kata romantisnya. Dan tersipu malu membacanya. Miiris...

Yuk lihat beberapa Quotesnya.
"Jangan rindu. Itu berat. Kau tak akan sanggup. Biar aku saja".
Itu ucapan Dilan kepada Milea. Kalau dibaca sih nampak romantis bingitss. tetapi berpikir nggak kalau sebenarnya Dilan justru egois. Dia tahu kalau ada orang lain yang akan merindukannya, tetapi justru dia melarang rasa itu ada pada orang lain. Hanya dia saja yang boleh memilikinya dan memikulnya. Itu curang. Ingin mencurahi rasa, tetapi tidak mau tercurahi rasa. Dan emangnya dia bisa ngukur sejauh mana kemampuan seseorang?. Sampai dia yakin kalau dia saja yang bisa memendam kerinduan?. Ishhh... ini gombal number wahid.

"Jika aku menjadi presiden yang mencintai seluruh rakyatnya, aduh maaf, aku pasti tidak bisa. Karena aku cuma suka Milea"
Nah.. hayo... Cowok macam begini cocoknya diapain coba?. Yang kayak gini nih yang sangat anti NKRI terang-terangan. Nggak bisa membedakan antara urusan pribadi dan pekerjaan. Nggak bisa melaksanakan amanah keneggaraan. Nggak sanggup memikul amanah keummatan. Emang negaranya hanya berpenduduk Milea?. Begini yang juga namanya anti sosial. Nggak bisa bermasyarakat nih hidupnya. Masihkah cowok mau menggunakan kata-kata ini menggombal? :D

"Nanti kalau kau mau tidur, percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu nggak dengar?". 
Bener nggak sih? Paling setelah berselancar di dumainya. Atau jaman dulu lepas dari kesibukan malamnya, langsung terjun bebas tidur. Dan emangnya dia tuh paranormal ya, tahu kapan saja si milea akan tidur. Hebat tuh... gombal kan?

"Tenang saja, perpisahan itu tak menyedihkan. Yang menyedihkan adalah bila habis itu saling lupa". 
Mana ada yang namanya perpisahan nggak menyedihkan?. Bahkan perpisahan yang baik-baik pun itu menyedihkan. Apalagi perpisahan yang tiba-tiba. Apalagi perpisahan setelah menerima segunung kalimat gombal. Dan kalau sudah berpisah, ngapain diiingat? ngapain dikenang?. Ini nih ynag membuat nggak bisa move on. Sudah.. lupain aja... tak perlu diingat. Baik orangnya atau tumpukan gombalannya. 

Kalau limun menyegarkan, kamu lebih. kalau cokelat diisi kacang mente katanya enak, kamu lebih. Atau ada roti diisi ikan tuna berbumbu daun kemangi, kamu lebih. Kamu itu lebih sehat dari buah-buahan. Tahu nggak? lebih berwarna dari pelangi. lebih segar dari pagi. jadi, kamu kamu harus mengerti ya. aku menyukaimu sampai tujuh ratus turunan ditambah 500 turunan lagi".
kebayang nggak betapa lebaynya nih kata-kata. Ini gombal cap sambel. disukai sampai beratus-ratus turunan? yakin turunannya masih nyampe ratusan?. dan suka itu mungkin bagi yang lagi kasmaran itu selalu indah dan bahagia. Nyatanya rasa suka nanti akan banyak cobaannya. Apakah benar akan selalu seperti itu seterusnya, atau malah hanya karena kesalahan kecil, rasa suka langsung pudar, atau menghilang, atau bahkan berpindah. 

So, jangan terlalu ngikut trend dan muluk-muluk mengaminkan. cek dulu. Kalau Yang difilmkan ini adalah kisah remaja SMA di tahun 1990. Apakah remaja jaman sekarang mengikuti, atau lebih dari itu?. semoga 2018, Dilan jaman now telah hijrah. Nggak lagi sibu menyusun kata-kata ngegombal si Milea. Semoga Si Dilan jaman now dah tobat, Nggak lagi suka PHP tetapi sayangnya nggak bisa membuktikan janji dengan kembali. Semoga Dilan-dilan jaman now lebih suka ngaji daripada umbar janji ^_^. 

Epilog:
Dilan.. kau ada dimana? apa nggak nyadar kalau lagi banyak yang nyari?. Tuh banyak yang mau nyampein sesuatu. Sampai-sampai pesan untukmu berseliweran di sosmed. Aku tidak bisa menampung semua pesan dari mereka. keluuarlah... Bacalah pesan-pesan untukmu. :D

#Dilan #dilanjamannow #dilan2018 #dilantelahhijrah 

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar