Keluarga Elhabashy - Dunia Yaya

Sabtu, 19 Mei 2018

Keluarga Elhabashy

Tahu kan ya dia siapa Maryam, Hamzah, dan Mundzir Elhabashy?. Ada yang nggak kenal?. Wah harus kenalan sama dia. Sebenarnya bukan lebay atau gimana gitu. Cuma bener terkagum-kagum mengikuti perkembangan keluarga ini. Seperti pada tulisan sebelumnya bagaimana sosok Hamzah membuat saya terharu dan terkagum-kagum sampai saya kepo mau tahu nih anak dari mana, dan bagaimana bisa menjadi hafidz di negeri minoritas muslim dan juga terkenal dengan negeri yang anti islam. Bisa dibayangkan bagaimana menjadi muslim di negeri minoritas apalagi dengan suguhan kebebasan. Bagaimana tumbuh sosok remaja yang didik menjadi generasi Qur'ani. Keterkaguman saya semakin bertambah setelah tahu kakaknya ternyata juga seorang hafidzah (maryam Elhabashy) dan adiknya pun bercita-cita sama dengan kakak-kakaknya. Aih... betapa bangganya orang tua mereka. Keterkaguman saya semakin lengkap dengan melihat bagaimana ayah mereka begitu perhatian dan telaten selalu ada untuk anak-anaknya. Ayah yang luar biasa. meski saya tidak juga mendapatkan bagaimana sosok ibunya, tetapi yakinlah mereka didampingi oleh seorang perempuan yang hebat. Ahhh.. Barakallahufikum...

Setelah sekitar setahun tidak mengikuti perkembangan keluarga ini utamanya Hamzah, Memasuki bulan ramadhan ini mendadak searching di internet dan... i'm very exicted... Banyak video baru. Ada video dia lagi mengaji dalam membuka sebuah kegiatan Musyawarah Ummat Islam di Amerika. Begitu sederhana, cair dan santai. Ada pula video khatam Qur'an di depan Syaikh dan keluarganya. Dan lebih membuat sukses senyam-senyum itu pas dapat video shalat tarwih dimana Hamzah jadi imamnya. Wuih.. Masya Allah keren..keren..keren... (minta satu kayak begini ya Allah) :). makin ngalir aja membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hamzah telah berubah jadi remaja sempurna, bahkan sudah kelihatan dewasa dengan suara yang mulai nge-bass. Entahlah.. saya malah senyam-senyum.. saya makin terkagum sama remaja satu ini. semoga seterusnya tetap seperti itu. Tetap berada di garda terdepan mengantarkan Islam di Negeri Paman Sam jadi agama yang menenangkan dan menyenangkan. Sekaligus, rasanya makin malu saja. Berada di negeri mayoritas muslim, tetapi hafalan Qur'an? hancur!. Akhlaq generasi mudanya? ahh.. sudahlah... memilukan ketika mau diuraikan. 

Mundzir Elhabashy
Ada lagi yang makin membuat terhenyak. Mendapatkan video adiknya, Mundzir elhabashy yang menjadi imam shalat. Masya Allah.... tak jauh dari kakak-kakaknya, dia pun luar biasa. ngalir saja jadi imamnya. dia pun sudah mulai tumbuh mendekati remaja. wajah makin mirip dengan kakaknya. Dan sering kali ada diantara kakaknya. Gimana perasaan jadi orang tua mereka ya?. Apalagi yang menjadi bekal dan membanggakan sebagai orang tua, melihat anak-anak yang menjadi generasi Qur'ani. bukankah itulah sebaik-baik tabungan?. Bukankah itu sebaik-baik pengasuhan? Bukankah itu sebaik-baik memelihara titipan?

Ya Rabb... betapa merinding dan terkagum menyaksikan mereka. Rasa iri, terharu, sedih, dan bahagia bercampur emnjadi satu. Bisakah seperti mereka?. Sampai terbesit do'a: ya Rabb minta kek gini. Jika tak bisa sebagai pasangan hidup, maka mohon berikan sebagai generasi kami. Doa' terbaik untuk mereka. Semoga senantiasa diberi kesehatan dan keistiqomahan agar bisa terus berdakwah di negeri sana. May Allah always bless them. 'aamiin yaa Rabb. :) :) :) .

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar