Ketika Perempuan Menangis - Dunia Yaya

Selasa, 08 Mei 2018

Ketika Perempuan Menangis


Ketika wanita menangis, bukan berarti dia mengeluarkan senjata terampuhnya. Melainkan dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya. Ketika wanita menangis, Bukan berarti dia tidak berusaha menahannya. Melainkan karena tembok pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air mata. Ketika wanita menangis, bukan berarti dia ingin terlihat lemah. Melainkan karena dia sudah tidak sanggup lagi berpura-pura kuat. Mengapa wanita menangis?. Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki hati dan perasaan. Hati dan perasaan yang harus dimengerti dan dijaga. Kami tidak menuntut banyak, kecuali pengertian. Kadang kami terlihat manja, banyak maunya. Atau mungkin di mata laki-laki seperti kalian kami ini hanyalah makhluk yang menyusahkan. Tapi ketahuilah, kami masih berdiri tegar meski kalian telah menghantam hati kami dengan rasa sakit yang mendera. Kami masih tetap menjadi orang yang sama ketika kalian pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa. Meski kami terlihat tidak peduli, Meski kami terlihat mengacuhkan. Tapi percayalah jauh di lubuk hati kami, kami mempunyai sejuta do’a untuk kalian.

Mengapa Perempuan mudah menangis?. Memangnya kenapa harus menangis? cengengkah?. Atau apakah airmatanya hanya tipuan?. Atau hanya cari perhatian?. Atau hanya menyusahkan? atau hanya mengganggu?. Ketahuilah.. bahwa airmata bagi perempuan bukan hanya sekedar tetesan air keluar dari kelopak matanya, tetapi saat itu dia sedang berjuang. Berjuang menahan segala yang membuncah di hatinya. Menahan agar ia bisa melinierkan perasaannya. Dan berjuang menggunakan senjatanya. Sebab, jika air matanya yang tertumpah telah usai membanjiri, tunggulah dia akan tertawa kembali dan bangkit kembali. Dia akan tetap tersenyum padamu. Wajahnya akan kembali seperti sedia kala. dan tangannya tetap saja terulur, tetapi tahukah di dalam hatinya seperti apa?. perempuan amat pandai menyembunyikan kebenaran. Ia pun pandai membuat orang yakin dia baik-baik saja. Dan dia masih juga baik padamu, bahkan seolah kemarin itu tak pernah ada. 

Perempuan seperti itu, dia mudah memaafkan. Dia mudah memberi senyuman. Dia mudah meyakinkan. Karena setelah airmata selalu ada senyumannya. Hanya saja yang perlu diingat, bahwa "Al Mar'atu Kal Mir'ah". Pikirkanlah... renungilah.. jika hatimu masih bisa merenung. 

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar