Untukmu yang Patah Hati - Dunia Yaya

Selasa, 31 Juli 2018

Untukmu yang Patah Hati

Pernah menasehati orang yang patah hati?. Pernah menertawai orang patah hati?. Pernah pengen terpingkal-pingkal melihat orang yang lagi patah hati?. Susah menasehatinya kan?. Susah ngasih tahunya kan?. Menasehati orang lain memang perkara yang lebih mudah daripada menasehati diri. Menasehati orang dalam kondisi bukan kita yang mengalaminya memang mudah banget. Simple dan greget. Tetapi saat kitalah yang menerima kondisi itu, merasakan sendiri, barulah kita sadar mudah menasehati tetapi tidak mudah menjabarkan nasehat yang keluar dari mulut kita. 

Untukmu yang lagi patah hati. Apa kabarmu? Masihkah amarah menggelayutimu?. Masihkah kecewa merajam seluruh sendi-sendimu?. Masihkah kesedihan menyelimuti keceriaanmu?. It's ok...
Bersedihlah...
Menangislah...
Menggerutulah...
Tidurlah...
Merataplah..
Tapi jangan lupa bangkit.
Sadarlah bahwa selama ini engkau salah memperjuangkan.
Buktikan...
Bahwa dia yang telah singgah lalu beranjak pergi
Adalah orang salah kau perjuangkan
Buat ia menyesal telah menyia-nyiakan perjuangan tulusmu.
Kepalkan tanganmu
Kau pun berhak bahagia..

Bagi dirimu yang sedang patah hati. Lakukan hal-hal yang manusiawi orang lakukan. Tapi ingat jangan lupa move on. Apa yang perlu kamu lakukan?
  • Menangislah.
  • Berteriaklah jika perlu
  • Ratapilah
  • Biasakan Pergi ke tempat dimana semua kenangan itu ada. Agar sakitmu yang sakit tersembur semua sakitnya. Meski sangat sakit. Tak mengapa. Keluarkan semua. Rasakan dalam-dalam. Setelahnya engkau akan merasa lebih plong.
  • Curhatlah. Cari teman untukmu berbagi. Kamu pasti punya teman tempatmu cerita banyak hal. datangilah. Berceritalah. bebanmu akan berkurang. Jika tak bisa menceritakan semuanya, minimal ada yang telah kau urai.
Lalu berkemaslah... perbaiki dirimu. Ubah dirimu jadi lebih baik. Buktikan.. bahwa kau layak bahagia. Dan bukankah:
"Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu jauh lebih baik".
Dan yang paling terpenting dari kesemuanya adalah kembalikan ke Allah. Saat hatimu tersakiti, kepercayaanmu dikhianati, disitulah juga keyakinanmu akan rububiyah-Nya sedang diuji. Apakah dirimu akan kalah dan terkalahkan atau kau akan kembali menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat pada-Nya. Janji manusia boleh terkhianati, tetapi janji Allah adalah pasti. Ada banyak janji manusia yang terkhianati. entah dalam kondisi halal atau belum. entah dalam kondisi mengikutsertakan nama Tuhannya atau tidak. Carilah keridhaan Allah, bukan keridhaan manusia. Maka perbaiki dirimu, jadilah lebih baik, jadilah lebih taat agar engkau lebih bermartabat.

(Demi apa coba posting tulisan begini?. Demi memenuhi ambisi menulis dan posting blog. Meski juga nggak nyampe kuota bulanan. tapi paling tidak, tercapai 10 hahaha.... Cari ide tulisan emang gampang-gampang susah sist...whatever... #kontemplasidaritulisanradityadika)

Tidak ada komentar:

Silahkan tinggalkan komentar