Langsung ke konten utama

Kebangkitan nasional??

Apa yang bisa dipetik dari sekian tahun kebangkitan bangsa kita? Mungkin ini adalah tema yang amat membosankan, jika bangsa ini dilirik dan dipersandingkan dengan negara lain yang lebih dibelakang bangkit dan merdeka, tapi mereka melaju pesat, sedang bangsa ini?

Mari meneropong bangsa ini. Yang manakah layak dijadikan kepribadian bangsa, inner beauty-nya. Dari sisi ekonomi, indonesia lagi gempar akan naiknya BBM, rakyat kecil pun panik, ketakutan. Betapa tidak biaya hidup makin tinggi, ongkos sekolah, kesehatan dll pun ikut melambung tinggi seiring dengan naiknya BBM nanntinya, maka makin menderitalah rakyat kecil dan jangan salahkan jika peristiwa kelaparan seperti di Makassar tempo hari akan bertambah dan terus bertambah.

Dalam politik? Negara mana yan tidak mengetahui Indonesia, dengan kasus korupsinya, dengan berbagai kasus perkelahian demi mempertahankan seorang caleg,bagaimana tidak kalau orang-orangnya ramai untuk menjadi politisi, caleg, pemimpin walaupun sebenarnya tidak layak. Hanya bermodalkan retorika dan janji-janji, membuang idealisme hidup, memenuhi ego.lihat saja di tiap pemilihan kepala pemerintahan, entah di daerah, di provinsi, maupun di tingkat negara, selalu ada adu jotos, rebut simpati dengan dana yang berhamburan untuk membuat spanduk, baliho, baju kaos dan untuk kampanye. Mana dana untuk rakyat? Sedangkan semua dana itu amat berarti jika disalurkan untuk orang miskin atau sekalian untuk membayar utang-utang negara.

Belum lagi dari masyarakatnya, bangsa yang diidam-idamkan menjadi bangsa yang terkemuka dengan moral dan akhlaknya, ternyata pun tak sanggup menggapai titik itu. Hedonisme, pragmatisme, kapitalisme, liberalisme yang membabi buta, konsumerisme dan bahkan atheisme, karena sudah banyak yang berbuat seenaknya , tak punya landasan berpijak yaitu agama, tidak punya patron, merasa tidak ada lagi yang mengawasi. Nilai ke-Ilahi-an telah pudar!!!. Bangsa ini makin keropos, rapuh!! Apakah bangsa ini sama dengan perkembangan manusia, makin lama makin tua, maka ia pun makin rapuh, sudah rabun, renta ,perlu dipapah dan tidak lama lagi akan mati dan tinggal sejarah yang akan dimasukkan dalam moseum dunia???

Mari bangkit membangun bangsa ini. Saya, anda, kami dan kita semua berkewajiban untuk melanjutkan estafet bangsa ini….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluarga Elhabashy

Tahu kan ya dia siapa Maryam, Hamzah, dan Mundzir Elhabashy?. Ada yang nggak kenal?. Wah harus kenalan sama dia. Sebenarnya bukan lebay atau gimana gitu. Cuma bener terkagum-kagum mengikuti perkembangan keluarga ini. Seperti pada tulisan sebelumnya bagaimana sosok Hamzah membuat saya terharu dan terkagum-kagum sampai saya kepo mau tahu nih anak dari mana, dan bagaimana bisa menjadi hafidz di negeri minoritas muslim dan juga terkenal dengan negeri yang anti islam. Bisa dibayangkan bagaimana menjadi muslim di negeri minoritas apalagi dengan suguhan kebebasan. Bagaimana tumbuh sosok remaja yang didik menjadi generasi Qur'ani. Keterkaguman saya semakin bertambah setelah tahu kakaknya ternyata juga seorang hafidzah (Maryam Elhabashy) dan adiknya (Munthir Elhabshy) pun bercita-cita sama dengan kakak-kakaknya. Aih... betapa bangganya orang tua mereka. Keterkaguman saya semakin lengkap dengan melihat bagaimana ayah mereka begitu perhatian dan telaten selalu ada untuk anak-anaknya. Aya

Hamzah Elhabashy

Who is He?. Mungkin masih banyak yang belum mengenalnya, bahkan mengetahui namanya. karena pada dasarnya memang dia bukanlah seorang aktor atau semacamnya yang membuat dia terkenal. Namun, sejak kemunculannya di depan khalayak pada kompetisi Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2015, akhirnya sosoknya menyita banyak perhatian. betapa tidak, sosoknya memang akan mudah menarik perhatian, gaya yang mungkin tidak seperti ala seorang hafidz, rambut panjang, lebih pakai setelan jas padahal yang lain kebanyakan pakai jubah plus kopiah atau sorban, wajah imut, manis, dan cakep (hayo, siapa yang nolak kalau dia cakep? hehehehe....). Apalagi..? Karena dia berasal dari negara USA, Amerika Serikat. Bukankah Amerika serikat sudah lazim dianggap sebagai negara yang selalu anti islam, sepakat menyebut islam sebagai teroris, dan negara yang selalu saja rasis dengan islam. Disana, islam adalah agama minoritas, agama yang hanya dianut oleh segelintir orang saja. Dengan kebudayaan yang ala bar

Adab Bertamu

Momen lebaran adalah adalah waktu yang sudah menjadi tradisi untuk dijadikan ajang silaturrahim baik ke keluarga, kerbat, teman, ataupun kenalan. Bukan hanya sekedar datang bertamu, tetapi motivasi dasarnya adalah melekatkan kembali silaturrahim yang mungkin sebelumnya lama tidak terhubung, renggang, ataupun retak. Atau singkatnya disebut sebagai ajang maaf memaafkan. Meski sebenarnya meminta maaf dan memaafkan tidak harus menunggu lebaran. Acapkali berbuat salah selayaknya harus meminta maaf.  Dengan adanya moment silaturrahim tersebut, lalulintas pengunjung dari dan ke rumah seseorang akan meningkat. Maka tiap keluarga mesti bersiap menerima tamu yang tidak seperti biasanya. Hanya saja, masih ada tamu yang datang tidak menunjukkan etika yang baik saat bertamu. Bukannya membuat simpatik nyatanya membuat toxic. Kayaknya kita masih perlu belajar adab bertamu. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat bertamu ataupun bersilaturrahim: 1. Tim penanya. Selalu bertanya status. "Kap