Langsung ke konten utama

Human relationship


Manusia adalah makhluk sosial, karenanya tidak bisa dipungkiri manusia akan selalu berhubungan antara satu dengan yang lain. Namun, hubungan manusia tidak selalu baik-baik saja. ada ego yang sering sekali merusak sebuah relasi. Namun berbeda pendapat itu lumrah saja, berarti pula dalam relasi itu wajar saja kalau ada masalah. dicemooh, dihina, digosipkan, dll itu biasa. Tidak perlu terlalu ditanggapi. toh, kita tidak harus berhubungan dengan mereka dalam kehidupan. tetapi meski sebenci apapun seseorang, tatkala dia punya urusan kepada kita, dia akan datang sendiri tanpa diundang. Karena "Human relationship is as a business".

Jika punya kepentingan siapapun bisa datang, dan siapapun kalau tidak punya kepentingan akan pergi. Kita mungkin punya banyak kenalan, ada yang disebut keluarga, teman, sahabat, kerabat, sejawat, ataupun pimpinan. hubungan kita akan menjadi sebuah bisnis. Bisnis dalam artian tidak selalu dengan defenisi uang atau materi, non materi lebih sering. dengan saudara, akan selalu berelasi karena ada nilai kekeluargaan yang harus terus dijaga, berarti bisnisnya adalah nilai kekeluargaan itu. Relasi dengan pimpinan, karena ada kewajiban dan struktur. pekerjaan . Dengan teman, terkadang tiba-tiba mengabari karena sekedar tanya kabar, bisnisnya adalah memenuhi rasa kangen atau nostalgia. Atau hilang tiba-tiba muncul di beranda WA, karena butuh informasi tertentu, atau minta tolong sesuatu, dsb. jika tidak ada semua itu, manusia tidak akan berelasi.

Karena hanya yang punya keterikatan "bisnis"-lah yang selanjutnya membersamai, tak perlu gerah dengan orang-orang yang banyak berkata negatif tentang diri. Toh, mereka tidak punya business dengan kita. Bahasa agak kasarnya adalah kita tidak butuh dalam perjalanan hidup kita saat ini. Biarkan semua omongan orang. sepahit apapun, jika tak ada business, mereka tak ada artinya dalam kehidupan kita dan sepahit apapun perkataan mereka, jika kelak ada business yang jatuhnya ke kita, dia akan datang sendiri dan seolah lupa semua tudingannya.

Postingan populer dari blog ini

Keluarga Elhabashy

Tahu kan ya dia siapa Maryam, Hamzah, dan Mundzir Elhabashy?. Ada yang nggak kenal?. Wah harus kenalan sama dia. Sebenarnya bukan lebay atau gimana gitu. Cuma bener terkagum-kagum mengikuti perkembangan keluarga ini. Seperti pada tulisan sebelumnya bagaimana sosok Hamzah membuat saya terharu dan terkagum-kagum sampai saya kepo mau tahu nih anak dari mana, dan bagaimana bisa menjadi hafidz di negeri minoritas muslim dan juga terkenal dengan negeri yang anti islam. Bisa dibayangkan bagaimana menjadi muslim di negeri minoritas apalagi dengan suguhan kebebasan. Bagaimana tumbuh sosok remaja yang didik menjadi generasi Qur'ani. Keterkaguman saya semakin bertambah setelah tahu kakaknya ternyata juga seorang hafidzah (Maryam Elhabashy) dan adiknya (Munthir Elhabshy) pun bercita-cita sama dengan kakak-kakaknya. Aih... betapa bangganya orang tua mereka. Keterkaguman saya semakin lengkap dengan melihat bagaimana ayah mereka begitu perhatian dan telaten selalu ada untuk anak-anaknya. Aya

Hamzah Elhabashy

Who is He?. Mungkin masih banyak yang belum mengenalnya, bahkan mengetahui namanya. karena pada dasarnya memang dia bukanlah seorang aktor atau semacamnya yang membuat dia terkenal. Namun, sejak kemunculannya di depan khalayak pada kompetisi Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2015, akhirnya sosoknya menyita banyak perhatian. betapa tidak, sosoknya memang akan mudah menarik perhatian, gaya yang mungkin tidak seperti ala seorang hafidz, rambut panjang, lebih pakai setelan jas padahal yang lain kebanyakan pakai jubah plus kopiah atau sorban, wajah imut, manis, dan cakep (hayo, siapa yang nolak kalau dia cakep? hehehehe....). Apalagi..? Karena dia berasal dari negara USA, Amerika Serikat. Bukankah Amerika serikat sudah lazim dianggap sebagai negara yang selalu anti islam, sepakat menyebut islam sebagai teroris, dan negara yang selalu saja rasis dengan islam. Disana, islam adalah agama minoritas, agama yang hanya dianut oleh segelintir orang saja. Dengan kebudayaan yang ala bar

Adab Bertamu

Momen lebaran adalah adalah waktu yang sudah menjadi tradisi untuk dijadikan ajang silaturrahim baik ke keluarga, kerbat, teman, ataupun kenalan. Bukan hanya sekedar datang bertamu, tetapi motivasi dasarnya adalah melekatkan kembali silaturrahim yang mungkin sebelumnya lama tidak terhubung, renggang, ataupun retak. Atau singkatnya disebut sebagai ajang maaf memaafkan. Meski sebenarnya meminta maaf dan memaafkan tidak harus menunggu lebaran. Acapkali berbuat salah selayaknya harus meminta maaf.  Dengan adanya moment silaturrahim tersebut, lalulintas pengunjung dari dan ke rumah seseorang akan meningkat. Maka tiap keluarga mesti bersiap menerima tamu yang tidak seperti biasanya. Hanya saja, masih ada tamu yang datang tidak menunjukkan etika yang baik saat bertamu. Bukannya membuat simpatik nyatanya membuat toxic. Kayaknya kita masih perlu belajar adab bertamu. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat bertamu ataupun bersilaturrahim: 1. Tim penanya. Selalu bertanya status. "Kap